Bintang MeLLeNy
ketika itu tanggal 27 oktober 1995 yah itulah awal aku ada di dunia ini
namaku lailatul hanik wahyu oktafia
namun aku tak tahu apa itu dunia
hingga merreka membuatku mengerti apa itu dunia
hingga mereka membuatku memahami apa itu hidup
dengan memelukku,menyayangiku dan membimbingku
tak pernah ada kata yang membuatku terpaksa untuk hidup
semua apa yang mereka katakan adalah selalu sama dengan inginku
tak pernah aku merasa terpaksa
ataupun di paksa sedikitpun
mereka lebih demokratis di bandigkan dengan apapun yang demokratis
mereka lebih friendly dibandingkan apapun itu
mereka yang selalu membuatku mengerti apa itu menerima
apa itu bertahan
dan apa itu usaha
mereka tak membesarkanku dengan limpahan harta
tapi aku sangat sangat bahagia karena mereka membesarkan aku dengan berjuta kasih sayang
dengan cinta mereka mendidikku
mereka menyayangiku lebih dari apapu
rela mengencangkan ikat pinggang untuk mimpiku
rela beralaskan tikar untuk mimpiku
tak ada yang bisa menandingi apa yang telah mereka limpahkan kepadaku
akulah orang yang paling beruntung
ketika hanya ada awan hitam dalam kehidupan kami
mereka selalu mengajariku dan saudara lelakiku untuk tetap bertahan
untuk tetap berdiri dengan kaki sendiri
ketika hanya ada air mata karena begitu kerasnya hidup kami
mereka tetap menginginkan dan tetap mengizinkan aku dan saudara lelaki tercintaku untuk terus mendapatkan bintang
untuk terus mewujudkan mimpi kami dengan mata terbuka
tak ada yang pernah mengira
ketika mereka sakit mereka masih mau membantu orang lain yang sedang kesusahan walaupun orang itu selalu menanam duri dalam kehidupan kami
ingin skali aku menahannya karena rasa sakitku melihat mereka yang ku sayangi mereka yang ku hormati telah di sakiti orang lain
tapiapa kalian tahu apa yang mereka katakan
'tetaplah seperti ini,jangan mengingat lagi,kita tetaplah manusia jangan seperti mereka,pada masanya semua akan berubah'
mereka tak sedikitpun benci
padahal aku tau betapa luka itu sangat dalam
betapa luka itu sangat sulit tetobati
aku smepat ingin berhenti untuk meangkah
karena aku tahu
langkahku di sini membuat mereka semakin mengencangkan ikat pinggang
karena aku tahu langkahku di sini semakin membuat mereka harus memeras keringat
tapi kalain tau apa kata mereka ?
'tetaplah berjalan di jalan ini , kita percaya dengan jalanmu'
tak sedikitpun nereka mengeluh
padahal aku tau betapa sulitnya hidup kami
mereka tetap menginginkan aku dan saudara lelakiku kuat dan berjalan bersama bintang
terluka selalu dengan keadaan itulah aku
sulit untukku melangkah dengan keadaan ini
tapi lebih sulit lagi bagiku untuk terus berjalan dengan melihat mereka mengencangkan iikat pinggang
ingin aku berhenti di jalan ini dan mencari jalan lain
tapi aku sadar bahwa luka mereka akan semakin dalam jika aku berhenti di sini
aku sadar luka mereka adalah jika aku terluka
aku sadar bahagia mereka hanya jika aku bahagia
mereka sangant sempurna
mereka orang tua yang sangat sangat sempurna
tak pernah sedikitpun mereka berhenti berdoa untuku dan saudara lelakiku
kini aku tahu bahwwa aku harus tetaplah kuat dengan keadaan seperti ini
aku harus tetaplah kuat berjalan di jalan ini
aku tahu bahwa aku harus tetaplah berjalan bersama bintang
karena aku tahu aku ingat
bahwa MELLoww bukanlah diri Lailatul haNik wahYu oktafia yang sesungguhnya
aku akan ingat selalu MeLLeNy
aku ingat aku BINTANG
tak peduli apa kata orang yang bilang bahwa aku terlalu rendah untuk berjalan dengan bintang
aku bahagia aku bahagia memiliki mereka yang tak pernah orang lain miliki
Muhtar al khadad dan Nashikah adalah nama orang tuaku mereka bintangku
Muhammad wildan fuadai adalah saudara lelaki kecilku dia adalah bagian dari bintangku
aku adalah bahagia berada di jalan ini
aku berjanji tak akan pernah mengecewakan kalian
aku berjanji
aku sayang kalian
aku akan selalu berjalan di jalan yang telah dari awal kalian percayakan padaku
aku akan selalu bersama bintang mewujudkan minmi dengan mata terbuka
aku dan saudara lelakiku akan selalu mematuhi apapun perintahmu
kita sayang padamu
kita bahagia menjadi putra putrimu
namaku lailatul hanik wahyu oktafia
namun aku tak tahu apa itu dunia
hingga merreka membuatku mengerti apa itu dunia
hingga mereka membuatku memahami apa itu hidup
dengan memelukku,menyayangiku dan membimbingku
tak pernah ada kata yang membuatku terpaksa untuk hidup
semua apa yang mereka katakan adalah selalu sama dengan inginku
tak pernah aku merasa terpaksa
ataupun di paksa sedikitpun
mereka lebih demokratis di bandigkan dengan apapun yang demokratis
mereka lebih friendly dibandingkan apapun itu
mereka yang selalu membuatku mengerti apa itu menerima
apa itu bertahan
dan apa itu usaha
mereka tak membesarkanku dengan limpahan harta
tapi aku sangat sangat bahagia karena mereka membesarkan aku dengan berjuta kasih sayang
dengan cinta mereka mendidikku
mereka menyayangiku lebih dari apapu
rela mengencangkan ikat pinggang untuk mimpiku
rela beralaskan tikar untuk mimpiku
tak ada yang bisa menandingi apa yang telah mereka limpahkan kepadaku
akulah orang yang paling beruntung
ketika hanya ada awan hitam dalam kehidupan kami
mereka selalu mengajariku dan saudara lelakiku untuk tetap bertahan
untuk tetap berdiri dengan kaki sendiri
ketika hanya ada air mata karena begitu kerasnya hidup kami
mereka tetap menginginkan dan tetap mengizinkan aku dan saudara lelaki tercintaku untuk terus mendapatkan bintang
untuk terus mewujudkan mimpi kami dengan mata terbuka
tak ada yang pernah mengira
ketika mereka sakit mereka masih mau membantu orang lain yang sedang kesusahan walaupun orang itu selalu menanam duri dalam kehidupan kami
ingin skali aku menahannya karena rasa sakitku melihat mereka yang ku sayangi mereka yang ku hormati telah di sakiti orang lain
tapiapa kalian tahu apa yang mereka katakan
'tetaplah seperti ini,jangan mengingat lagi,kita tetaplah manusia jangan seperti mereka,pada masanya semua akan berubah'
mereka tak sedikitpun benci
padahal aku tau betapa luka itu sangat dalam
betapa luka itu sangat sulit tetobati
aku smepat ingin berhenti untuk meangkah
karena aku tahu
langkahku di sini membuat mereka semakin mengencangkan ikat pinggang
karena aku tahu langkahku di sini semakin membuat mereka harus memeras keringat
tapi kalain tau apa kata mereka ?
'tetaplah berjalan di jalan ini , kita percaya dengan jalanmu'
tak sedikitpun nereka mengeluh
padahal aku tau betapa sulitnya hidup kami
mereka tetap menginginkan aku dan saudara lelakiku kuat dan berjalan bersama bintang
terluka selalu dengan keadaan itulah aku
sulit untukku melangkah dengan keadaan ini
tapi lebih sulit lagi bagiku untuk terus berjalan dengan melihat mereka mengencangkan iikat pinggang
ingin aku berhenti di jalan ini dan mencari jalan lain
tapi aku sadar bahwa luka mereka akan semakin dalam jika aku berhenti di sini
aku sadar luka mereka adalah jika aku terluka
aku sadar bahagia mereka hanya jika aku bahagia
mereka sangant sempurna
mereka orang tua yang sangat sangat sempurna
tak pernah sedikitpun mereka berhenti berdoa untuku dan saudara lelakiku
kini aku tahu bahwwa aku harus tetaplah kuat dengan keadaan seperti ini
aku harus tetaplah kuat berjalan di jalan ini
aku tahu bahwa aku harus tetaplah berjalan bersama bintang
karena aku tahu aku ingat
bahwa MELLoww bukanlah diri Lailatul haNik wahYu oktafia yang sesungguhnya
aku akan ingat selalu MeLLeNy
aku ingat aku BINTANG
tak peduli apa kata orang yang bilang bahwa aku terlalu rendah untuk berjalan dengan bintang
aku bahagia aku bahagia memiliki mereka yang tak pernah orang lain miliki
Muhtar al khadad dan Nashikah adalah nama orang tuaku mereka bintangku
Muhammad wildan fuadai adalah saudara lelaki kecilku dia adalah bagian dari bintangku
aku adalah bahagia berada di jalan ini
aku berjanji tak akan pernah mengecewakan kalian
aku berjanji
aku sayang kalian
aku akan selalu berjalan di jalan yang telah dari awal kalian percayakan padaku
aku akan selalu bersama bintang mewujudkan minmi dengan mata terbuka
kita sayang padamu
kita bahagia menjadi putra putrimu



Komentar