Postingan

Menampilkan postingan dari 2019

Mungkin Akan Kuceritakan #3

#Mungkin_Akan_Aku_Ceritakan #byBee Bee sedang duduk di pojok dapur kedainya, menikmati petualangan pada novel yang sudah berkali-kali dia baca. Meski demikian, Bee masih tetap larut dalam setiap diksi yang terangkai di dalamnya. Sambil sesekali mengerutkan kening tanda otaknya sedang mencerna informasi yang didapatkan dari bacaannya, tanggan kanan berkali-kali dia arahkan ke depan, mencomot snack yang tersaji di meja. Iya, menikmati snack pedas dan air putih hangat adalah kegemarannya. Bee, gadis yang memiliki gejala penyakit maag tapi tidak pernah bisa meninggalkan makanan pedas. Bahkan dia membuka kedai mie level yang tak jauh dari simpang lima, Semarang. Sebuah kedai baru yang cukup ramai. Sebenarnya, kedai ini bukan milik Bee seorang sebab Afa pun berperan di dalamnya. Iya, kedai yang berdiri berkat kerjasama dan kerja keras mereka berdua. Dua tahun lalu setelah lulus kuliah Bee memutuskan untuk mencari pekerjaan meski keinginan untuk melanjutkan S2 belumlah sirna. Deng...

Mungkin Akan Kuceritakan #2

#Mungkin_Akan_Aku_Ceritakan #byBee "Ass ...," Afa menggantung ucapan salamnya, sebab sepasng matanya menangkap sebuah kejadian yang hampir saja tidak pernah dia dapati. Selepas pertemuannya empat hari lalu dengan Bee, mereka belum sempat bertemu atau bahkan sekedar berkomunikasi. Maka, sore ini setelah pekerjaannya selesai Afa langsung menuju kontrakan Bee untuk kemudian mengajaknya bergabung menikmati senja bersama. Tadi, ketika Afa mengetuk pintu depan kontrakan cukup lama tapi Bee tidak kunjung muncul. Afa paham betul kebiasaan Bee di sore hari adalah membaca buku atau sekedar menikmati angin sore di belakang rumah. Akhirnya tanpa menunggu lebih lama lagi, Afa melewati pintu samping untuk mengejutkan Bee. Sungguh ternyata Afa lah yang akhirnya terkejut ketika dia mendapati Bee tengah terisak pilu. "Ada apa?" batin Afa bertanya-tanya. Dia masih bersembunyi dibalik tembok rumah. Sedangkan tampak jelas di depan sana Bee yang sedang duduk pada bangku puti...

Mungkin Akan Kuceritakan

#Mungkin_Akan_Aku_Ceritakan #byBee "Apa pendapatmu tentang dia, Bee?" Sepasang mata teduh itu menatap lekat gadis yang ada di depannya. Berharap banyak pada jawaban yang akan keluar dari bibir gadis yang tidak lelah untuk tersenyum itu. Bee, panggilan yang dia sematkan untuk gadis pemilik binar mata yang terkadang sulit untuk dia artikan. Sudah cukup banyak gadis yang Afa perkenalkan pada Bee. Lebih tepatnya menceritakan, sebab memang tidak secara langsung Afa memperkenalkan mereka pada Bee. Mereka? Iyaa, mereka. Sebenarnya tidak ada satu pun dari gadis-gadis itu yang menjadi kekasih Afa. Atau bisa di bilang sebatas daftar gadis-gadis yang mencuri perhatiannya. "Kamu tahu A'? Jika hatimu sudah menetapkan pilihan maka tidak butuh alasan untuk menguatkan atau mengendorkannya. Lantas, mengapa kamu bertanya pendapatku?" Afa menatap lekat sepasang mata itu. Mencoba kembali menebak arti tatapan dan juga ucapannya. Tapi lagi-lagi dia tidak menemukan apapun di...

Rindu Yang Terdiam #4

#Langkah "Tentang Rasa. Ia tak pernah salah pun bukanlah sebuah kebodohan. Justru yang layak di salahkan dan dibodohkan adalah ketika kamu tenggelam dalam perasaan itu. Hingga dengan mudahnya sesuatu yang bernama patah hati merajai" ☆☆☆ "Emm. Nggak usah kak, aku masih ada urusan lain. Mau mampir ke pos teman tadi udah janjian soalnya. Ya kan mas?" Bening mengkode Azwar dengan tatapan mata. "He eh kak kita udah jadian. Ehh maksudnya janjian sama temen. Sekalian ngajak ini bocah jalan-jalan biar ndak makin kurus." Cittttt "Awas kak hati-hati." Kanya kaget ketika hampir saja mereka menabrak pejalan kaki untung Afadhil sigap menginjak rem. "Kakak kenapa sih?" tanya Kanya cemas melihat sepanjang jalan Afadhil banyak terdiam. Tepatnya setelah tadi Bening menolak untuk pulang bareng mereka. Setidaknya itu perubahan raut wajah Afadhil yang Kanya sadari. Afadhil mengusap wajahnya kasar. Bingung dengan dirinya sendiri. "As...

Rindu Yang Terdiam #3

#Menyapa "Jangan kau sentuh kepala seorang wanita bila kau tidak berniat untuk melindungi dan menjaga hatinya. Terlebih jika kau hanya berniat untuk menggoda" ☆☆☆ Bening dan Azwar berputar keliling kecamatan mencari tempat foto copy an yang bisa menjilid namun belom ketemu. Maklum kecamatan yang mereka tempatin masih tergolong berada di plosok kabupaten hingga fasilitas pun belum memadai. Terlebih akibat bencana tanah longsor yang terjadi telah melumpuhkan perekonomian warga di kecamatan ini karena hampir separoh kecamatan terjadi longsor. "Bee kayaknya yang disebelah kiri itu gede deh. Coba gih kamu turun." kata Azwar yang kemudian di sambut Bening dengan bergegas menghampiri toko yang ditunjuk. Tak lama kemudian setelah bertanya kepada penjaga toko, Bening memberi isyarat tangan kepada Azwar untuk menghampirinya. Tampaknya toko yang terbilang cukup luas itu komplit karna bisa menerima jasa ketik, copy, print dan juga jilid. Azwar dan Bening pun menung...

Rindu Yang Terdiam #2

#Kedatangan "Terkadang kamu tidak perlu mencarinya terlalu jauh. Karna dia bisa saja begitu dekat denganmu." ☆☆☆ "Kak, ayo ih anterin," "Iyaa anter kemana dari tadi kan cuman ayo anter ayo anter mulu." Jawab Afadhil yang tampak bingung dengan tingkah Kanya "Ke mini market kak. Mau beli macem-macem kebutuhanku yang habis. Mau kan?" Kanya sedikit memaksa "Sekarang?" "Kalau besok kenapa aku harus minta nya sekarang?" "Iya iya bawel bentar ku ambil kunci dulu." Saat akan memasuki kamar, Afadhil melewati Bening yang duduk di ruang tengah. Tampak Bening masih asyik baca buku. Memang di saat jam siang seperti ini tak ada kegiatan di panti karena para lansia tengah beristirahat. "Baca apa sih serius amat." Setelah mengambil kunci, Afadhil duduk di sofa tepat di samping Bening "Baca buku lah kak, kakak kan juga lihat. He." Bening terpaksa menghentikan aktifitasnya "Ikut yuk," ...

Rindu Yang Terdiam #1

By. Oktavia Hani #ALARM "Terbiasa bisa membuatmu jatuh pada kenyamanan." ☆☆☆ Pagi yang dingin, sinar mentari pun belum menyapa bumi. Namun kokok ayam sudah bersahutan beriringan dengan suara adzan. _Kluk_ Suara notif berbunyi. 'Subuh subuh. Ayo ah solat' bunyi pesan wa tersebut. 'Iyaa. Ini udah bangun. Makasih' Setelah membalas pesan tersebut dengan sekuat tenaga Bening mengumpulkan nyawanya untuk siap tempur dengan dingin nya hawa pedesaan. Dia bukan gadis kota justru kampung nya lebih dingin dari hawa di kampung yang sedang ia tinggali sekarang. Hanya saja bertahun kuliah di kota yang bersuhu panas membuat Bening sedikit kalah dengan udara dingin. Setelah sukses mengumpulkan nyawa, Bening perlahan menyibak selimutnya dan keluar dari kamar dengan tak lupa mengenakan jilbab instan. Pelan. Agar teman-teman sekamar nya tak terusik. Bening melangkahkan kaki nya ke kamar mandi. Bukan sekedar untuk mengambil wudhu tapi juga untuk mandi bebek....