EXPOSURE (Ketika Aku Mencintai Diriku) #Prolog

"Jangan terlalu marah jika orang lain, tidak mencintaimu. Terlebih jika kamu, tidak mencintai dirimu." Oktavia Hani

Aku sering menulis tentang sesuatu yang berkesan untukku, dari apa yang aku lalui, aku lihat, maupun aku dengar. Dengan tulisan-tulisanku, aku ingin seseorang yang membacanya akan merasa seperti, "Wah ternyata aku tidak sendirian."
Memberi kekuatan lain, untuk ia yang membaca. Juga untuk, diriku.
Selama ini, kehidupan yang aku lalui tidak mudah. Tetapi aku juga tahu, banyak kehidupan-kehidupan di luar sana yang jauh tidak mudah dari hidupku. Merasa kecil, paling tersiksa, dan menjadi sangat tidak beruntung adalah perpaduan cara berpikir wajar, namun ternyata menjatuhkan.
Berpikir bahwa, "Yah, aku memang amat tidak seberuntung itu."
Merupakan, cara berpikir yang bukan menjadikan kita sadar diri, tetapi justru merapuhkan diri. Menyadari bahwa ada orang lain di luar sana yang juga tidak beruntung, bukan berarti kita bebas berpikir,
"Aku memang senestapa, mereka. Kehidupan yang sama!"
Kalimat-kalimat di atas adalah sebagian alasanku, untuk menuliskan cerita ini.
Menginginkan diriku tumbuh, dengan rasa syukur memiliki aku sebagai dirinya. Mengharapkan aku, lebih menghargai diriku yang sudah survive di sepanjang hariku. Bukan, mengkritiknya saat dia terjatuh. Bukan pula menyiksanya, dengan segudang penyesalan.
Iya, aku ingin tulisan ini membuatku, dia, kamu, kalian, dan kita memeluk diri sendiri dengan hangat. Mengapresiasi diri, memberi kehangatan di tengah sepi yang mungkin melanda, di antara perih yang mungkin meluap sepanjang hari.
Ketahuilah bahwa mengharapkan orang lain, mencintai diri kita ibarat mencari jarum di tumpukan jerami. Meraba, dan sulit untuk ditemukan. Terlebih ketika mengharapkan cinta tulus, perhatian manis, dan juga pelukan hangat dari mereka namun ternyata diri sendiri terlalu rajin menjatuhkan diri. Iya, ketika kita masih gemar melukai diri, cinta tidak akan pernah dengan benar, bisa kita rasakan.
Aku ingin setiap orang tahu bahwa bertahan itu penting, namun lebih penting dari itu adalah bagaimana kita, mencintai diri kita yang berjuang untuk bertahan. Terbangun dengan benar, untuk mencintai diri dengan benar.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mungkin Akan Kuceritakan #2

Rindu Yang Terdiam #3