EXPOSURE (Ketika Aku Mencintai Diriku) #Semoga
"Tidak ada yang namanya terlalu banyak semoga. Karena semoga adalah kata lain dari harapan, jadi jangan menjadi kejam dengan mematahkan semoga itu." Oktavia Hani
Semoga adalah kata yang lazim terucap sebagai wujud pendamping dari harapan. Beberapa orang kerap meragukan kata semoga, membenci kata semoga yang terselip dalam doa.
Beberapa orang meminta untuk berhenti melafalkan kata semoga. Katanya, semoga adalah wujud ketidak yakinan diri. Padahal kita sama-sama tahu juga, jika kita hanya boleh berencana, dan berusaha. Sedangkan, untuk terwujud atau tidaknya sudah menjadi kuasa Ilahi.
Ketika orang lain seakan bersatu untuk meremehkan, kata semoga adalah penolong hebat untuk memberi kita harapan. Bersama semoga, kita tahu bahwa harapan itu ada, masa depan bisa kita rencanakan, dan bertahan adalah hal yang perlu kita lakukan.
Kita tidak bisa hidup tanpa polusi suara dari orang lain. Bahkan, untuk tidak mendengarkanya menjadi tampak mustahil. Karena sekeras apapun kita tekankan tangan di telinga, suara-suara sumbang itu akan tetap masuk dengan sendirinya. Semoga menjadi kata yang menenangkan kita.
Kataku, "Jangan salahkan orang lain yang meremehkanmu. Coba tegur lagi dirimu yang terlalu takut untuk mencoba lebih baik lagi."
Ahh, kamu tidak suka diremehkan bukan?
Bagaimana jika kita memulai dengan menghargai diri kita, juga menghargai semoga-semoga yang orang lain lafalkan?
Percayalah padaku, saat orang sedang patah-patahnya, saat itulah dia butuh kata semoga untuk menjadi tongkatnya. Jangan remehkan harapan itu, meski tampak aneh, sederhana, atau bahkan mustahil. Jika kamu tidak bisa membantu mewujudkan harapannya, bantulah dia untuk merawat harapan itu dengan benar. Dia butuh semoga untuk bertahan. Pahamilah itu.
"Bagaimana jika harapannya tidak tampak benar?"
Bukalah hatimu, semoga yang dia langitkan, harapan yang dia semogakan, tampak tidak benar menurut logikamu ataukah hatimu?
Nilailah dengan benar, bersama sebab dan akibatnya. Jika semoganya adalah harapan yang salah, jangan dulu kamu patahkan. Berilah dia gambaran lain semoga, yang bisa dia pegang dengan benar. Dengan begitu, kamu membantunya untuk tetap bertahan.
Setiap orang berharga, begitu juga dengan semoga-semoga yang dia lafalkan. Hargailah semoga yang mereka rawat.
Bagiku, semoga adalah caraku merangkai harapan, meraih kekuatan untuk memantapkan langkah. Lalu apa arti semoga, bagimu?
#byBee
Komentar