EXPOSURE (Ketika Aku Mencintai Diriku) #Harapan
"Berharaplah! Maka kau akan punyai kemampuan untuk bertahan hidup." Oktavia Hani
Harapan hadir, bersama keinginan akan sebuah wujud. Seringkali, kita lupa apa yang sebenarnya diri kita harapkan. Mencari banyak hal, melakukan berbagai hal, namun terasa kosong. Bahagia yang melingkupi, seakan tanpa esensi yang berarti.
Hingga, kita akan menemukan diri kita yang terdampar. Linglung. Mencari arah untuk kembali.
Ketahuilah, harapan memang tidak selalu berbanding lurus dengan kenyataan. Namun, melalui harapan, kita bisa hidup.
Anggaplah harapan sebagai uluran tangan yang kau siapkan, untuk menarik dirimu dari kubang lumpur yang ketika kau bergerak, seakan ia semakin menjerat. Enggan, melepasmu. Harapan itulah yang akan menarikmu.
Memberimu gambaran, memberimu cahaya, menghempaskan gelap yang mengikutimu.
Lalu, siapakah harapan itu? Siapa pemiliknya?
Dirimu!
Harapan, adalah hasil dari rangkaian angan yang ingin kau wujudkan. Mimpi, yang kau inginkan menjadi nyata. Memang, terkadang harapan membuat kita terjatuh. Terjerembab, dan terkubur dalam. Tetapi apakah kau percaya, jika aku katakan bahwa bukan harapan yang membuatmu lumpuh, namun keputusasaan dan kesedihan itulah penyebabnya.
Iya, kau terlalu sedih. Berputus asa. Hingga segala hal tampak tidak memiliki tepi yang berarti. Bahkan, mungkin kau tak kunjung brsua dengan tepian. Terus berenang di air keruh, terkubur lumpur nestapa. Lantas, kau sebutkan bahwa harapan telah sirna.
Maaf, bila aku akan mengatakan bahwa, "kau salah!"
Harapan, tidak pernah sirna ataupun pergi meninggalkanmu seorang diri. Kaulah orang yang telah menutupnya, dan meninggalkanya. Membuangnya.
Jadi kataku, kau hanya lupa dan perlu mengingat lagi. Di mana, kau telah menanggalkan harapan itu. Carilah!
Kau, butuh untuk tetap hidup. Perlu untuk terus berjalan, merajut kisah, dan menciptakan warna untuk hidupmu. Kau, perlu untuk bertahan.
"Harus dengan apa aku bertahan? Sedangkan, harapan seakan sirna!"
Seakan. Ingat kata itu, seakan. Artinya, kau tidak kehilangan harapan. Kau, hanya butuh lagi energi untuk percaya, percaya pada dirimu, kemampuanmu, dan tentu percaya pada mimpimu.
Percayalah, ketika kau memiliki harapan, saat itulah kau bisa hidup. Tentu, juga bisa membuat orang lain hidup. Kenapa begitu? Sebab, harapan yang kau miliki, adalah energi untuk membuatmu bahagia, dan tentu hati yang penuh kasih. Dengan demikian, kau pun akan menyayangi orang-orang di sekitarmu dengan benar.
Kau, harus tahu satu hal lagi. Bahwa, cara membahagiakan orang lain dengan benar adalah dengan cara membahagiakan dirimu, terlebih dahulu.
#byBee
Komentar