EXPOSURE (Ketika Aku Mencintai Diriku) #Versi Masing-Masing
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
"Jangan terlalu sering merasa kalah. Cobalah untuk memberi dirimu apresiasi, meski dia sedang sangat patah." Oktavia Hani
Kehidupan yang kita jalani, pasti memiliki versinya masing-masing. Gendre yang mungkin sedikit sama, tetapi pasti cara melaluinya, rasa yang dirasakan, dan tuntutanya pasti berbeda.
Jika kita menyadari fakta tersebut, maka tidak seharusnya menyamakan jalan orang lain dengan jalan kita. Menilai mereka salah, ataupun menyatakan diri sendiri kalah.
Kau atupun aku. Kita memiliki kaki, tangan, dan kepala dalam tubuh yang kita sebut raga. Namanya sama namun kekuatanya, pasti berbeda. Pernah menangis saat si dia mampu meraih ini dan itu, sedangkan kamu masih saja hidup stagnan di situ?
Aku pernah! Merasa kalah dari si dia, sedangkan bertanding saja jelas tidak. Lucu bukan?
Tapi santai, aku tidak iri dalam versi jeleknya. Tidak merasa harus mengalahkannya, tetapi justru aku ingin mengalahkan diriku. Iya, mengalahkan diriku yang auto insecure saat orang lain mendapat pencapaian tinggi, saat orang lain lebih terlihat bahagia. Aku kalah begitu doktrinku, dulu.
Perlahan aku menyadari, doktrin tidak positif adalah faktor yang membuat diri kita mudah rapuh. Penilaian negatif terhadap diri sendirilah yang menjadikan kita kalah.
Aku, harus berubah. Iya, aku.
Ahh tidak, tetapi kita. Kita harus berubah.
Coba aku tanya, bagaimana orang lain bisa menilai kita dengan baik, saat kita saja hobi menjatuhkan mental sendiri?
Versi rasa kita, beragam. Tentu cara menyikapi setiap persoalan juga berbeda. Jangan samakan kemampuanmu dengan kemampuannya. Jangan bandingkan lagi dirimu dengan dirinya, jika hal itu tidak cukup mampu membuatmu tumbuh tetapi justru terjatuh.
Aku menyayangimu, aku menghargaimu.
Ulangilah kata itu sembari tepuk pelan dadamu. Dirimu perlu tahu, bahwa kau menghargainya.
Mau tidak, untuk sedikit percaya padaku?
Kasih sayangmu terhadap dirimu, perlu untuk kau tumbuhkan.
Berhentilah menjadikan orang lain sebagai patokan untuk menyalahkan diri kita. Berhentilah menjadikan kesuksesan orang lain, sebagai alasan untuk kita menyiksa diri kita. Tidak tahu waktu, misalnya. Berilah dirimu pengertian, beri dia kemerdekaan, berilah ia hak nya. Sebatas rebahan dan memejamkan mata untuk istirahat dengan benar, misalnya.
Kau tahu bukan? Kita berharga, dengan gendre masing-masing yang harus kita lewati.
#byBee
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Komentar