EXPOSURE (Ketika Aku Mencintai Diriku) #Perubahan
"Mencoba bangkit seorang diri, bukan berarti kau ingin hidup sendiri. Tetapi kau tahu bahwa ada waktu, di mana bersama-sama tak selalu menjadi solusi." Oktavia Hani
Perubahan. Pernah merasa orang yang ada di sekitarmu berubah? Atau bahkan merasa dirimu berubah?
Memiliki teman berbagi, becanda, dan sharing banyak hal bersama tentu menyenangkan. Bahkan tanpa disadari, sebatas chatting saja mampu membuat hati ringan, kala teman bersedia menampung tulisan panjang kita. Bukan selalu tulisan balasan yang panjang, cukup dia menjawab dengan emoticon
peluk
saja seolah benar-benar sudah hangat. Tetapi tahukah kamu, bahwa tidak semua hal mudah untuk dibagikan. Beberapa hal perlu ditimbun dahulu, baru kemudian dibuka ke permukaan. Dalam fase ini, seringkali orang terdekat di sekeliling kita, orang yang sering kita ajak bicara akan menyadari itu. Kau butuh menumpahkan gundah, namun kau juga butuh untuk sendirian.
Pernah tidak, suatu waktu kau merasa hidup terlalu menyedihkan, sekenario yang kau terima terlalu tidak menyenangkan. Lalu di media sosial, tak sengaja melihat tulisan beberapa teman yang kerap kau ajak bicara. Sama.
Iya, gendre suasana yang menghampiri kalian sama-sama sedang tak menyenangkan. Butuh penyelesaian, dan juga saling butuh pelukan. Namun jauh dari itu, ketahuilah bahwa kalian butuh menyesuaikan. Menyesuaikan diri dengan gendre hidup, yang sedang harus kalian perankan. Lantas, saling mendekat tidak selalu menjadi pilihan
terbaik
.Kenapa begitu? Saat hati penuh sesak, seringkali kita butuh pelampiasan. Coba bayangkan saat dua jiwa yang butuh pelampiasan bertemu. Apa yang terjadi? Saling melempar argumen demi melegakan hati, sebab ego yang tak sengaja tersulut api. Padahal awal permulaannya bukan kamu, ataupun dia.Tetapi, kehadiran kalianlah yang butuh ditunda.
Menepi, mengamati. Bisa menjadi solusi. Atau, tumpahkan dukungan dengan tulisan motivasi yang dikirim ke media sosial. Setidaknya, kalian akan saling sadar bahwa masing-masing saling menguatkan meski bukan dengan sebuah kehadiran yang berwujud sapaan.
Jadi, ketika suatu hari kau merasa sepi, merasa mereka yang dulu selalu setia menemani kini seakan tak peduli. Ketahilah! Mereka, hanya sedang menepi. Menghibur hatinya, yang juga mungkin patah. Menguatkan kakinya, yang mungkin terseok. Sembari melihatmu dari kejauhan, dengan doa agar kau pun mampu menghibur diri dan kuat meskipun seorang diri. Karena, terkadang kita juga butuh dilatih bangkit sendiri, agar mampu menghargai hidup yang telah ia garisi, untuk kita lewati juga kita syukuri.
#byBee
Komentar