EXPOSURE (Ketika Aku Mencintai Diriku) #Terhapus

"Tidak selamanya kamu tak berharga. Tidak dalam setiap sisi kamu tak terlihat. Hanya saja kamu perlu menghargai dirimu dahulu, untuk mampu merasakannya." Oktavia Hani

Menutup diri, dan mengusir kehadiran orang lain adalah hal yang kerap aku lakukan. Sudah pernah aku tuliskan bukan?
Aku amat paham perilakuku tersebut. Hingga merasa diri tidak tampak, mengakui tidak mudah diingat adalah kesadaranku. Pribadiku yang tidak menarik, pembawaanku yang pendiam bahkan mungkin pada beberapa kesempatan dinilai ketus. Membuatku tahu bahwa aku makhluk yang disebut manusia ala kadarnya.
Tidak memiliki banyak teman, sedikit kenalan, bahkan miskin relasi sepertinya deskripsi yang tepat untuk menggambarkan diriku. Iya, kamu benar. Aku selalu merasa tidak berharga untuk orang lain. Merasa kehadiranku tidak penting.
Penggambaranku tentang diriku sendirilah yang akhirnya membuatku cuek tentang penilaian orang lain, terhadap diriku. Tetapi aku anggap doktrin cuekku inilah yang menolongku, untuk tetap terus bertahan. Aku pernah bilang bukan? Jalanku, tidak indah. Polusi suara dari sekitar rawan menyandung jalanku, mematahkan hatiku. Cuek, inilah jurusku dari awal untuk tetap bertahan. Fokus pada apa yang sudah aku design untuk mimpiku, untuk hidupku.
Ternyata caraku bertahan, kerap membuat orang disekitar merasa tidak nyaman ada di dekatku. Aku tahu itu, namun prinsipku tetap sama. Tidak masalah harus berjalan sendiri, selama aku belum mampu untuk menjaga diriku tetap kuat, selama itu juga aku akan memilih menepi, membentengi diri.
Akan tetapi, beberapa kejadian akhir-akhir ini menyentil cara berpikirku. Saat mereka yang aku kira tidak peduli, nyatanya peduli denganku. Saat aku kira tak ada diingatan mereka, faktanya mereka mengingatku dengan baik.
Aku sudah bilang juga bukan? Bahwa aku baik-baik saja sendirian. Tak masalah aku bertahan sendiri. Faktanya, memang seperti itu. Namun ada satu hal, yang tidak pernah aku akui sebelumnya. Bahwa berjalan berdampingan, obrolan receh, tertawa bersama, perdebatan, juga saling menggenggam adalah kekuatan lain untuk bisa bertahan, untuk bisa hidup dengan benar.
Jadi? Kamu yang juga pernah merasa sendirian, nyaman sendirian. Ataupun kamu yang sadar kerap mengusir orang untuk tidak hadir di kehidupanmu. Ketahuilah, tidak ada salahnya menyadari bahwa kamu juga butuh tambahan energi, untuk bisa bertahan dengan benar. Kamu, juga berarti untuk orang lain.
Iya, orang selalu memandang kita dari banyak sisi yang berbeda. Maka kamu juga harus tahu bahwa, dari berbagai sisi itu pasti ada sisi dari dirimu yang berarti untuk mereka. Tidak semua hal tentangmu, menyebalkan. Tidak setiap hal dari dirimu, mudah untuk dihapus dari ingatan. Percayalah, bahwa setiap dari kita itu, berharga.
#byBee

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mungkin Akan Kuceritakan #2

Rindu Yang Terdiam #3