EXPOSURE (Ketika Aku Mencintai Diriku) #Religiously Speaking
"Jangan cemas, bentangkan sajadahmu. Kau akan temukan damaimu dalam sujud." Oktavia Hani
Hari ini aku melihatmu duduk dengan gusar. Sesekali kau tatap ponsel. Kemudian kau tautkan tangan. Gelisah.
Ternyata seseorang dari masa lalumu ingin kembali.
Kau bimbang.
Antara sakit hati dan juga masih sayang.
Bulan sudah berubah menjadi tahun. Telah selama itu kau berjuang menyembuhkan luka, bertahan hidup dengan sisa cinta yang menyakitkan. Lalu di tengah perjuangan panjang itu, saat kau masih terus kesakitan, dia datang meminta kesempatan. Mengiba, dan memaksa masuk dengan membentangkan cerita lama, kisah kalian yang bahagia bersama.
Hei, bolehkah aku juga bercerita?
Kisahku tak jauh berbeda darimu. Menyayangi, mencintai, dan menaruh harap. Aku pernah melalui fase itu. Bedanya kau dan si dia pernah berikrar untuk merajut kisah bersama, menyusuri hari-hari berdua dengan tawa. Meski ujungnya dia diam-diam menemui wanita lain, merajut kisah di belakangmu.
Aku tidak melangkah sejauh itu. Kisahku usai saat harapan tumbuh menjadi semakin menyakitkan. Saat kata-kata manis menjadi racun dari penantian yang tak kunjung usai. Dekat tapi bersekat.
Akan tetapi, aku kira rasa sakitnya akan tetap sama. Kita sama-sama terluka karena hati yang mendamba cinta hamba. Lupa jika hati juga hanya pemberian Ilahi.
Hingga Sang Maha Cinta cemburu, lalu menguji dengan sakit karena kehilangan. Dia jelas cemburu, tapi hati masih saja berdiri pada tempatnya. Tempat yang salah karena hanya diisi dengan berbagai jenis rasa cinta pada seorang hamba.
Patah, terseok, dan hancur adalah hal yang juga pernah aku lewati.
Sekarang aku berdiri di sini. Menatapmu cukup dekat. Matamu yang kehilangan binarnya, tubuhmu yang kehilangan energinya. Aku seperti tengah bercermin. Melihatku yang dulu.
Maukah kau juga mencoba berjalan?
Kita mungkin tidak bisa berjalan di jalan yang sama. Tetapi aku pastikan bahwa kita punya tujuan yang sama yaitu, bahagia.
Maka mulailah dengan benar-benar melepaskannya. Bukan saja karena dia pernah melukaimu, bukan karena kau tidak bisa memaafkan. Tetapi karena kau berhak dimiliki seseorang yang jauh lebih baik darinya. Seseorang yang memuliakanmu seperti perintah Rabb nya.
Memang tidak semudah teori. Tetapi kau juga tahu bahwa segala sesuatu itu bisa terjadi saat Sang Maha Cinta sudah berfirman. Terlebih saat kau terus berusaha.
Aku memang tidak pandai memberimu saran. Sama seperti tulisan-tulisanku sebelumnya. Aku hanya mengajakmu bercerita. Mungkin ada sedikit kalimatku yang bisa membantumu bertahan.
ππ¦ππͺπ¨πͺπ°πΆπ΄ππΊ π΄π±π¦π’π¬πͺπ―π¨, kembali kepada Nya dengan sujud dalam kepasrahan dan π΄π’π«π’π₯π’π© π΅π’ππ¬, akan jauh lebih menenangkan. Maka, genggam tanganmu yang gemetar itu. Matikan ponsel.
Ambillah air wudhu, bentangkan sajadah, dan bercengkramalah padaNya dalam sujudmu.
#byaBee
Komentar